Rubella, atau campak Jerman, adalah penyakit yang disebabkan oleh virus Rubella. Penyakit ini sangat menular dan bisa menyebabkan gejala ringan hingga berat, terutama pada ibu hamil dan janin.
Penting untuk memahami risiko dan cara pencegahan Rubella untuk menjaga kesehatan masyarakat.
Dengan meningkatnya kesadaran akan penyakit ini, kita dapat melakukan langkah-langkah efektif untuk mencegah penyebarannya.
Poin Kunci
- Rubella adalah penyakit menular yang disebabkan oleh virus.
- Penyakit ini berisiko tinggi pada ibu hamil dan janin.
- Pencegahan Rubella dapat dilakukan melalui vaksinasi.
- Menjaga kebersihan dan menghindari kontak dengan penderita dapat mengurangi risiko penularan.
- Pemahaman yang baik tentang Rubella dapat membantu dalam pencegahan.
Apa Itu Penyakit Rubella?
Rubella atau campak Jerman adalah penyakit menular yang disebabkan oleh virus dan pertama kali diidentifikasi pada abad ke-18. Penyakit ini memiliki gejala yang mirip dengan penyakit lain, sehingga penting untuk memahami definisi dan sejarahnya untuk mengenali pentingnya pencegahan.
Definisi Rubella
Rubella adalah penyakit virus yang umumnya ditandai dengan ruam kulit, demam, dan pembengkakan kelenjar getah bening. Penyakit ini disebabkan oleh virus Rubella, yang merupakan anggota dari keluarga Togaviridae. Virus ini terutama menyebar melalui droplet yang dikeluarkan saat penderita batuk atau bersin.
Sejarah Penyebaran Rubella
Rubella pertama kali dideskripsikan pada awal abad ke-18 oleh dokter Jerman, yang kemudian dikenal sebagai “campak Jerman”. Penyakit ini kemudian menyebar ke berbagai belahan dunia dan menjadi perhatian global karena dampaknya terhadap kesehatan masyarakat, terutama pada ibu hamil dan janin.
Dalam beberapa dekade terakhir, upaya pencegahan melalui vaksinasi telah dilakukan untuk mengendalikan penyebaran Rubella. Vaksinasi ini terbukti efektif dalam mengurangi jumlah kasus dan komplikasi yang terkait dengan penyakit ini.
Gejala Penyakit Rubella
Gejala awal Rubella dapat meliputi demam, sakit kepala, dan kelelahan. Pada tahap awal, penyakit ini seringkali sulit dibedakan dari penyakit lain karena gejala yang tidak spesifik.
Tanda-tanda Awal
Tanda-tanda awal Rubella biasanya meliputi demam ringan, sakit kepala, dan keletihan. Beberapa orang juga mungkin mengalami radang tenggorokan atau konjungtivitis. Gejala-gejala ini biasanya berlangsung selama beberapa hari sebelum munculnya ruam.
Gejala Lanjutan
Setelah beberapa hari, gejala lanjutan Rubella muncul dalam bentuk ruam merah yang dimulai dari wajah dan kemudian menyebar ke bagian tubuh lainnya. Ruam ini biasanya berlangsung selama sekitar 3 hari. Selain itu, beberapa pasien mungkin mengalami pembengkakan kelenjar getah bening, terutama di belakang telinga dan leher.
Perbandingan dengan Penyakit Lain
Rubella seringkali disalahartikan sebagai penyakit lain seperti campak atau cacar air karena gejala yang mirip. Namun, ada beberapa perbedaan kunci. Misalnya, ruam pada Rubella biasanya tidak terlalu intens dibandingkan dengan campak. Selain itu, gejala seperti demam tinggi dan batuk lebih umum pada campak daripada Rubella.
Memahami perbedaan ini sangat penting untuk diagnosa Rubella yang akurat. Dokter mungkin akan melakukan tes laboratorium untuk memastikan diagnosis.
Penyebab Rubella
Virus Rubella adalah penyebab utama dari penyakit Rubella. Virus ini sangat menular dan dapat menyebar dengan cepat melalui kontak langsung dengan penderita.
Virus Rubella
Virus Rubella adalah anggota dari keluarga Togaviridae dan genus Rubivirus. Virus ini pertama kali diisolasi pada tahun 1962. “Virus Rubella adalah patogen yang signifikan karena dapat menyebabkan cacat lahir yang serius jika ibu hamil terinfeksi,” kata seorang ahli kesehatan.
“Virus Rubella dapat menyebabkan komplikasi serius pada janin jika infeksi terjadi selama kehamilan, terutama pada trimester pertama.”
Cara Penularan
Rubella menyebar melalui droplet yang dikeluarkan saat seseorang yang terinfeksi batuk atau bersin. Selain itu, virus ini juga dapat ditularkan dari ibu hamil kepada janinnya selama kehamilan.
Cara penularan ini membuat penyakit Rubella sangat menular, terutama di tempat-tempat yang ramai seperti sekolah dan pusat komunitas.
Untuk mencegah penularan Rubella, penting untuk memahami cara virus ini menyebar dan mengambil langkah-langkah pencegahan yang tepat.
Kelompok Berisiko Tinggi
Rubella dapat menyerang siapa saja, tetapi beberapa kelompok memiliki risiko lebih tinggi untuk mengalami komplikasi serius.
Wanita Hamil
Wanita hamil yang terinfeksi Rubella berisiko tinggi mengalami komplikasi serius, termasuk keguguran atau cacat lahir pada bayi. Infeksi Rubella pada trimester pertama kehamilan dapat menyebabkan Sindrom Rubella Kongenital (SRK), yang dapat mengakibatkan cacat lahir seperti tuli, katarak, dan kelainan jantung.
Anak-anak
Anak-anak juga merupakan kelompok yang rentan terhadap Rubella. Meskipun gejala pada anak-anak biasanya ringan, mereka dapat menjadi sumber penularan kepada orang lain, termasuk wanita hamil yang rentan.
Individu dengan Sistem Kekebalan Lemah
Individu dengan sistem kekebalan lemah, seperti mereka yang menderita HIV/AIDS atau menjalani kemoterapi, berisiko lebih tinggi mengalami komplikasi serius jika terinfeksi Rubella.
Berikut adalah tabel yang merangkum kelompok berisiko tinggi dan potensi komplikasinya:
| Kelompok Berisiko Tinggi | Potensi Komplikasi |
|---|---|
| Wanita Hamil | Keguguran, Sindrom Rubella Kongenital (SRK), cacat lahir |
| Anak-anak | Penularan kepada orang lain, komplikasi ringan |
| Individu dengan Sistem Kekebalan Lemah | Komplikasi serius, infeksi parah |

Komplikasi yang Mungkin Terjadi
Rubella dapat menyebabkan komplikasi serius, terutama pada ibu hamil dan bayi. Infeksi ini dapat berakibat pada berbagai masalah kesehatan yang signifikan.
Efek pada Ibu Hamil
Ibu hamil yang terinfeksi Rubella berisiko mengalami komplikasi kehamilan, seperti keguguran atau kelahiran prematur. Infeksi Rubella pada trimester pertama kehamilan dapat meningkatkan risiko sindrom Rubella kongenital pada bayi.
Komplikasi pada Bayi
Bayi yang terlahir dengan sindrom Rubella kongenital dapat mengalami berbagai cacat lahir, seperti gangguan pendengaran, gangguan penglihatan, dan kelainan jantung. Kondisi ini memerlukan penanganan medis yang intensif dan perawatan jangka panjang.
Risiko Kesehatan Jangka Panjang
Rubella juga dapat menyebabkan risiko kesehatan jangka panjang, seperti arthritis kronis dan gangguan neurologis. Oleh karena itu, penting untuk melakukan pencegahan yang tepat untuk menghindari komplikasi ini.
Pengobatan Rubella umumnya bersifat suportif, dengan fokus pada mengurangi gejala dan mencegah komplikasi lebih lanjut. Dalam beberapa kasus, intervensi medis lebih lanjut mungkin diperlukan untuk mengatasi komplikasi yang timbul.
Diagnosis Penyakit Rubella
Diagnosis Penyakit Rubella memerlukan pendekatan yang komprehensif untuk memastikan penanganan yang tepat. Dokter menggunakan berbagai metode untuk mendiagnosis Rubella, memastikan bahwa pasien menerima perawatan yang sesuai dengan kondisi mereka.
Metode Diagnosis
Metode diagnosis Rubella melibatkan pemeriksaan fisik dan riwayat medis pasien. Dokter mencari gejala khas seperti ruam kulit dan demam.
- Pemeriksaan fisik untuk mengidentifikasi ruam dan gejala lainnya
- Riwayat medis untuk mengetahui kemungkinan paparan virus Rubella
Tes Laboratorium
Tes laboratorium memainkan peran penting dalam mengkonfirmasi diagnosis Rubella. Tes ini dapat mendeteksi adanya virus atau antibodi terhadap Rubella dalam darah pasien.
Tes yang umum digunakan meliputi:
- Tes ELISA (Enzyme-Linked Immunosorbent Assay) untuk mendeteksi antibodi IgM dan IgG
- Tes PCR (Polymerase Chain Reaction) untuk mendeteksi RNA virus Rubella
Dengan menggunakan kombinasi metode diagnosis dan tes laboratorium, dokter dapat memastikan diagnosis yang akurat dan memberikan penanganan yang tepat kepada pasien.
Pencegahan Penyakit Rubella
Penyakit Rubella dapat dicegah dengan efektif melalui beberapa metode, termasuk vaksinasi. Pencegahan yang tepat tidak hanya melindungi individu tetapi juga masyarakat luas dari ancaman penyakit ini.
Vaksinasi Rubella
Vaksinasi adalah metode paling efektif dalam mencegah penyakit Rubella. Vaksin Rubella diberikan kepada anak-anak dan orang dewasa yang belum pernah terinfeksi atau divaksinasi sebelumnya. Vaksin ini sangat efektif dalam membangun kekebalan tubuh terhadap virus Rubella.
Program vaksinasi yang luas telah terbukti berhasil dalam mengurangi angka kejadian Rubella di berbagai negara. Oleh karena itu, penting untuk terus mendukung dan memperluas program vaksinasi ini.
Langkah-langkah Preventif
Selain vaksinasi, ada beberapa langkah preventif lain yang dapat dilakukan untuk mencegah penyebaran Rubella. Mencuci tangan secara teratur, terutama setelah bersentuhan dengan orang yang sakit, dapat membantu mengurangi risiko penularan.
Menghindari kontak dekat dengan orang yang terinfeksi Rubella juga merupakan langkah preventif yang efektif. Menggunakan masker saat berinteraksi dengan orang yang sakit dapat menambah lapisan perlindungan.
Edukasi Masyarakat
Edukasi masyarakat tentang pentingnya pencegahan Rubella sangatlah penting. Dengan memahami gejala, cara penularan, dan metode pencegahannya, masyarakat dapat berperan aktif dalam mencegah penyebaran penyakit ini.
Kampanye penyuluhan kesehatan dapat dilakukan melalui berbagai media, termasuk media sosial, sekolah, dan tempat-tempat umum lainnya. Dengan meningkatkan kesadaran masyarakat, kita dapat menciptakan komunitas yang lebih sehat dan waspada terhadap ancaman Rubella.
Dengan kombinasi vaksinasi yang efektif, langkah-langkah preventif yang tepat, dan edukasi masyarakat yang luas, kita dapat secara signifikan mengurangi penyebaran penyakit Rubella dan melindungi kesehatan masyarakat.
Vaksin Rubella
Vaksinasi Rubella telah terbukti menjadi langkah penting dalam pencegahan penyakit ini. Dengan adanya vaksin yang efektif, penyebaran Rubella dapat dikendalikan, sehingga mengurangi risiko komplikasi yang mungkin terjadi, terutama pada ibu hamil dan janin.
Jenis Vaksin yang Tersedia
Vaksin Rubella biasanya diberikan dalam kombinasi dengan vaksin lain, seperti vaksin campak (MR) atau vaksin campak, gondok, dan Rubella (MMR). Vaksin MR dan MMR telah terbukti aman dan efektif dalam mencegah penyakit Rubella.
Berikut adalah contoh tabel yang menunjukkan jenis vaksin yang tersedia:
| Jenis Vaksin | Kandungan | Efektivitas |
|---|---|---|
| Vaksin MR | Campak dan Rubella | Tinggi |
| Vaksin MMR | Campak, Gondok, dan Rubella | Tinggi |
Jadwal Vaksinasi
Jadwal vaksinasi Rubella bervariasi tergantung pada program imunisasi di negara atau daerah masing-masing. Namun, umumnya vaksin MR atau MMR diberikan pada anak-anak pada usia 12-15 bulan dan dosis kedua pada usia 5-6 tahun.
“Vaksinasi Rubella adalah langkah penting dalam mencegah penyakit Rubella dan komplikasinya.”Kemenkes RI
Efektivitas Vaksin
Vaksin Rubella telah terbukti sangat efektif dalam mencegah penyakit Rubella. Efektivitas vaksin MR dan MMR mencapai lebih dari 90% dalam mencegah penyakit Rubella.
Dengan demikian, vaksinasi Rubella merupakan strategi yang efektif dalam mengendalikan penyebaran penyakit Rubella dan melindungi masyarakat dari risiko komplikasi yang mungkin terjadi.
Pengobatan Penyakit Rubella
Meskipun tidak ada pengobatan spesifik untuk Rubella, perawatan suportif dapat membantu meringankan gejala dan meningkatkan kenyamanan pasien.
Perawatan Simptomatik
Perawatan simptomatik untuk Rubella melibatkan langkah-langkah untuk mengurangi gejala yang dialami pasien. Ini dapat mencakup:
- Istirahat yang cukup untuk membantu tubuh melawan infeksi
- Konsumsi cairan yang adekuat untuk mencegah dehidrasi
- Penggunaan obat-obatan seperti parasetamol untuk mengurangi demam dan meredakan nyeri
Dengan perawatan simptomatik yang tepat, sebagian besar pasien Rubella dapat pulih tanpa komplikasi serius.
Intervensi Medis yang Diperlukan
Dalam beberapa kasus, intervensi medis lebih lanjut mungkin diperlukan, terutama jika terjadi komplikasi. Komplikasi Rubella dapat berupa radang telinga, radang otak, atau perdarahan. Oleh karena itu, pemantauan ketat oleh tenaga medis sangat penting untuk mengidentifikasi komplikasi lebih awal dan memberikan penanganan yang tepat.
Pengawasan khusus diperlukan bagi wanita hamil yang terinfeksi Rubella, karena risiko penularan virus ke janin dapat menyebabkan sindrom rubella kongenital yang serius.
Dengan demikian, pengobatan Rubella yang efektif tidak hanya berfokus pada mengurangi gejala tetapi juga pada pencegahan komplikasi yang dapat terjadi.
Rubella vs. Campak dan Cacar Air
Rubella, campak, dan cacar air adalah penyakit infeksi yang umum terjadi, tetapi memiliki karakteristik unik masing-masing. Meskipun ketiga penyakit ini memiliki beberapa gejala yang serupa, perbedaan dalam gejala, cara penularan, dan vaksinasi sangat penting untuk dipahami.
Perbedaan Gejala
Rubella, campak, dan cacar air memiliki gejala yang berbeda-beda. Rubella umumnya ditandai dengan ruam merah pada kulit, demam ringan, dan pembengkakan kelenjar getah bening. Campak juga menyebabkan ruam, tetapi biasanya lebih parah dan disertai dengan gejala lain seperti batuk dan konjungtivitis. Cacar air ditandai dengan ruam lepuh yang gatal dan dapat disertai dengan demam.
- Rubella: Ruam merah, demam ringan, pembengkakan kelenjar getah bening
- Campak: Ruam parah, batuk, konjungtivitis
- Cacar Air: Ruam lepuh gatal, demam
Perbedaan Penularan
Cara penularan ketiga penyakit ini juga berbeda. Rubella dan campak ditularkan melalui droplet atau kontak langsung dengan cairan tubuh orang yang terinfeksi. Cacar air juga dapat ditularkan melalui kontak langsung dengan ruam atau melalui udara.
- Rubella dan Campak: Melalui droplet atau kontak langsung
- Cacar Air: Melalui kontak langsung dengan ruam atau udara
Vaksinasi untuk Penyakit Terkait
Vaksinasi adalah metode efektif untuk mencegah Rubella, campak, dan cacar air. Vaksin MMR (Measles, Mumps, dan Rubella) digunakan untuk melindungi terhadap Rubella dan campak, sedangkan vaksin varicella digunakan untuk melindungi terhadap cacar air.
Dengan memahami perbedaan antara Rubella, campak, dan cacar air, serta metode pencegahannya, kita dapat lebih efektif dalam mengendalikan penyebaran penyakit ini.
Dampak Sosial dan Ekonomi Penyakit Rubella
Penyakit Rubella tidak hanya berdampak pada kesehatan individu, tetapi juga memiliki konsekuensi sosial dan ekonomi yang signifikan. Dampak ini dapat dirasakan pada berbagai level, mulai dari keluarga hingga masyarakat luas.
Beban Kesehatan Masyarakat
Penyakit Rubella memberikan beban yang cukup besar pada sistem kesehatan masyarakat. Kasus Rubella yang tidak terdeteksi atau tidak tertangani dengan baik dapat menyebabkan komplikasi yang memerlukan perawatan medis yang intensif.
Selain itu, adanya wabah Rubella dapat menyebabkan gangguan pada layanan kesehatan karena sumber daya dialokasikan untuk menangani kasus-kasus tersebut.
Biaya Perawatan
Biaya perawatan untuk pasien Rubella, terutama mereka yang mengalami komplikasi, dapat menjadi sangat tinggi. Biaya ini mencakup tes laboratorium, perawatan di rumah sakit, dan obat-obatan.
Selain biaya langsung, ada juga biaya tidak langsung seperti hilangnya produktivitas karena orang tua harus merawat anak yang sakit, atau biaya lain yang terkait dengan dampak jangka panjang pada kesehatan.
Studi Kasus Rubella di Indonesia
Kasus Rubella di Indonesia terus dipantau untuk memahami dampaknya terhadap kesehatan masyarakat. Pemantauan ini penting untuk merencanakan langkah-langkah pencegahan yang efektif.
Statistik Terbaru
Menurut data terbaru dari Kementerian Kesehatan Indonesia, terdapat peningkatan kesadaran masyarakat akan pentingnya vaksinasi Rubella. Vaksinasi Rubella telah menjadi bagian integral dari program imunisasi nasional.
Statistik menunjukkan bahwa angka kejadian Rubella telah menurun signifikan sejak implementasi vaksinasi Rubella dalam program imunisasi nasional. Hal ini menunjukkan bahwa pencegahan Rubella melalui vaksinasi sangat efektif.

Kasus yang Ditangani
Kasus Rubella yang dilaporkan di Indonesia umumnya ditangani dengan prosedur medis yang standar, termasuk isolasi pasien dan perawatan suportif. Tindakan pencegahan juga dilakukan untuk menghindari penyebaran penyakit.
Dalam beberapa tahun terakhir, Indonesia telah melakukan upaya signifikan dalam menangani kasus Rubella, termasuk melalui program vaksinasi yang luas. Hasilnya, angka kejadian penyakit ini telah menurun drastis.
Seperti yang dikatakan oleh seorang ahli kesehatan,
“Pencegahan Rubella bukan hanya tanggung jawab individu, tapi juga masyarakat dan pemerintah.”
Ini menekankan pentingnya kerja sama dalam menanggulangi penyakit Rubella.
Program Pemerintah untuk Mengatasi Rubella
Pemerintah Indonesia telah meluncurkan berbagai program untuk mengatasi penyakit Rubella. Program-program ini dirancang untuk mengurangi dampak penyakit ini terhadap masyarakat, terutama pada kelompok rentan seperti ibu hamil dan anak-anak.
Inisiatif Vaksinasi
Salah satu langkah utama dalam program pemerintah adalah inisiatif vaksinasi Rubella. Vaksinasi ini bertujuan untuk meningkatkan kekebalan tubuh masyarakat terhadap virus Rubella, sehingga dapat mencegah penyebaran penyakit.
Program vaksinasi Rubella telah dilaksanakan secara luas di Indonesia, dengan target utama anak-anak dan remaja. Vaksin ini diberikan secara gratis dalam program imunisasi nasional, sehingga meningkatkan aksesibilitas masyarakat terhadap vaksin.
Kerja Sama dengan Lembaga Kesehatan
Pemerintah Indonesia juga melakukan kerja sama dengan berbagai lembaga kesehatan, baik dalam maupun luar negeri, untuk meningkatkan efektivitas program pencegahan Rubella. Kerja sama ini mencakup pertukaran informasi, pelatihan tenaga kesehatan, dan pengadaan vaksin.
| Lembaga | Peran |
|---|---|
| WHO | Memberikan dukungan teknis dan pengadaan vaksin |
| UNICEF | Membantu dalam distribusi vaksin dan pelatihan tenaga kesehatan |
| Kementerian Kesehatan RI | Mengkoordinasikan program vaksinasi dan pengawasan penyakit |
Melalui kerja sama ini, pemerintah Indonesia dapat memperkuat program pencegahan Rubella dan meningkatkan kesadaran masyarakat tentang pentingnya vaksinasi.
Masa Depan Penanggulangan Rubella
Penanggulangan penyakit Rubella telah menjadi prioritas global, terutama dalam pencegahan dan pengendalian wabah. Dengan kemajuan dalam penelitian dan implementasi program kesehatan, diharapkan Rubella dapat dikendalikan dan dieliminasi di masa depan.
Penelitian Terkini
Penelitian terkini tentang penyakit Rubella difokuskan pada pengembangan vaksin yang lebih efektif dan strategi pencegahan yang lebih baik. Upaya ini termasuk peningkatan cakupan vaksinasi dan edukasi masyarakat tentang pentingnya pencegahan Rubella.
Harapan untuk Eliminasi Rubella
Dengan implementasi program vaksinasi yang efektif dan kerja sama antara lembaga kesehatan, harapan untuk eliminasi Rubella semakin besar. Pencegahan Rubella melalui vaksinasi dan edukasi masyarakat merupakan langkah kunci dalam mencapai tujuan ini.
Melalui upaya bersama dan komitmen global, masa depan penanggulangan Rubella terlihat lebih cerah, membawa harapan bagi generasi mendatang untuk hidup bebas dari penyakit Rubella.
FAQ
Apa itu penyakit Rubella?
Rubella, juga dikenal sebagai campak Jerman, adalah penyakit yang disebabkan oleh virus Rubella. Penyakit ini dapat menyebabkan gejala seperti ruam merah pada kulit, demam, dan sakit kepala.
Bagaimana cara penularan penyakit Rubella?
Virus Rubella menyebar melalui droplet yang dikeluarkan saat seseorang yang terinfeksi batuk atau bersin. Penularan juga dapat terjadi melalui kontak langsung dengan cairan tubuh orang yang terinfeksi.
Siapa yang berisiko tinggi terhadap penyakit Rubella?
Wanita hamil, anak-anak, dan individu dengan sistem kekebalan lemah adalah kelompok yang berisiko tinggi terhadap Rubella. Wanita hamil yang terinfeksi Rubella berisiko mengalami komplikasi serius, termasuk keguguran atau cacat lahir pada bayi.
Apa saja gejala penyakit Rubella?
Gejala Rubella seringkali dimulai dengan gejala yang mirip dengan flu, diikuti oleh ruam merah pada kulit. Gejala lainnya dapat termasuk demam, sakit kepala, dan pembengkakan kelenjar getah bening.
Bagaimana cara mencegah penyakit Rubella?
Pencegahan Rubella dapat dilakukan melalui vaksinasi Rubella. Vaksinasi adalah metode paling efektif untuk mencegah penyakit ini. Selain itu, langkah-langkah preventif lainnya seperti menjaga kebersihan dan menghindari kontak dengan orang yang terinfeksi juga dapat membantu.
Apa itu vaksin Rubella?
Vaksin Rubella adalah vaksin yang digunakan untuk mencegah penyakit Rubella. Vaksin ini biasanya diberikan dalam bentuk kombinasi dengan vaksin lain, seperti vaksin campak dan gondok.
Bagaimana cara mengobati penyakit Rubella?
Pengobatan Rubella biasanya berfokus pada perawatan simptomatik, seperti mengurangi demam dan meredakan gejala lainnya. Dalam beberapa kasus, intervensi medis yang lebih lanjut mungkin diperlukan.
Apa saja komplikasi yang mungkin terjadi akibat penyakit Rubella?
Komplikasi yang mungkin terjadi akibat Rubella termasuk sindrom Rubella kongenital pada bayi, yang dapat menyebabkan berbagai cacat lahir. Wanita hamil yang terinfeksi Rubella juga berisiko mengalami keguguran atau kelahiran prematur.
Bagaimana cara mendiagnosis penyakit Rubella?
Diagnosis Rubella dapat dilakukan melalui tes laboratorium, seperti tes darah untuk mendeteksi antibodi terhadap virus Rubella. Dokter juga dapat melakukan pemeriksaan fisik untuk melihat gejala-gejala yang ada.





